Pernahkah anda memperhatikan apa dan bagaimana anak anda dalam belajar ? Berikut ini adalah beberapa gaya belajar yang sering digunakan oleh anak kita:
Gaya belajar Visual. Gaya belajar ini memang ditumpukan pada penglihatan. Anak harus melihat dulu buktinya baru bisa mempercayainya. Karakteristik hanya pun sudah tentu berhubungan dengan visualitas. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu informasi/ pelajaran secara visual, lalu juga memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan, dan yang terakhir adalah ia akan lebih mudah mengingat jika dibantu dengan gambar serta lebih suka membaca daripada dibacakan. Pendekatan pada anak agar optimal adalah menggunakan perangkat bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis ini dapat beupa film, slide, ilustrasi, coret-coretan, kartu bergambar, catatan dan kartu-kartu gambar berseri yang bisa digunakan untuk menjelaskan suatu informais secra berurutan.
Gaya belajar Auditorial. Karekteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuian. Artinya, anak harus mendengar, baru kemudian mengingat dan memahami informasi yang diterimanya. Bila buah hati Anda bertipe ini, biasanya perhatiannya mudah trepecah dan ia mengeluarkan suara/komat-kamit saat memebaca. Pendekatan agar optimal adalah dengan menggunakan tape perekam sebagai alat Bantu. Alat ini digunakan merekam bacaan atau catatan yang dibacakan atau ceramah pengajar di depan kelas untuik kemudian didengarkan kembali. Dan yang kedua adalah dengan wawancara atau terlibat dalm kelompok diskusi. Yang ketiga adalah dengan mencoba membaca informasi, kemudian diringkas dalam bentuk lisan dan direkam untuk kemudian didengarkan dan difahami. Langkah terakhir adalah dengan melakukan reviw secar verbal dengan teman atau pengajar.
Gaya belajar Kinestetik. Untuk gaya terakhir ini biasanya ia harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar bisa mengingatnya. Beberapa hal mungkin tidak dilakukan dengan anda, tapi mungkin satu dua hal iya. Pertama adalah menerima informasi/pelajaran dengan car menyentuh, berdiri berdekatan dan banyak begerak. Sedang kedu, saat membaca sambil menunjuk tulisan. Karakter ketiga adalah anak tidak bisa/tahan duduk berlama untuk mendengarkan pelajaran. Keempat, anak mersa bisa belajar lebih baik bila berjalan. Untuk anak yang memiliki karakteistik tersebut, pendekatan belajar yang efektif adalh melalui pengalaman atau dengan menggunakan. Cara lain yang juga bisa digunakan adalah secra tetap membuat jeda di tengah waktu belajar. Tak jarang, orang yang cenderung memliki kartetistik kinestetik juga akan lebih mudah menyerah dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar untuk kata belajra mengucapkan ayau memahami fakta. Coba libatkan si kecil untuk mnegenal kompurt sebagai sarana belajar Denagn ikut aktif memencet keyboard (menyentuh) ia akan lebih semangat menyerap informasi, apalagi bila interaktif. Beramain sambil belajr adalha efktif untuk si kinestetik.
Gaya belajar Visual. Gaya belajar ini memang ditumpukan pada penglihatan. Anak harus melihat dulu buktinya baru bisa mempercayainya. Karakteristik hanya pun sudah tentu berhubungan dengan visualitas. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu informasi/ pelajaran secara visual, lalu juga memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan, dan yang terakhir adalah ia akan lebih mudah mengingat jika dibantu dengan gambar serta lebih suka membaca daripada dibacakan. Pendekatan pada anak agar optimal adalah menggunakan perangkat bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis ini dapat beupa film, slide, ilustrasi, coret-coretan, kartu bergambar, catatan dan kartu-kartu gambar berseri yang bisa digunakan untuk menjelaskan suatu informais secra berurutan.
Gaya belajar Auditorial. Karekteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuian. Artinya, anak harus mendengar, baru kemudian mengingat dan memahami informasi yang diterimanya. Bila buah hati Anda bertipe ini, biasanya perhatiannya mudah trepecah dan ia mengeluarkan suara/komat-kamit saat memebaca. Pendekatan agar optimal adalah dengan menggunakan tape perekam sebagai alat Bantu. Alat ini digunakan merekam bacaan atau catatan yang dibacakan atau ceramah pengajar di depan kelas untuik kemudian didengarkan kembali. Dan yang kedua adalah dengan wawancara atau terlibat dalm kelompok diskusi. Yang ketiga adalah dengan mencoba membaca informasi, kemudian diringkas dalam bentuk lisan dan direkam untuk kemudian didengarkan dan difahami. Langkah terakhir adalah dengan melakukan reviw secar verbal dengan teman atau pengajar.
Gaya belajar Kinestetik. Untuk gaya terakhir ini biasanya ia harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar bisa mengingatnya. Beberapa hal mungkin tidak dilakukan dengan anda, tapi mungkin satu dua hal iya. Pertama adalah menerima informasi/pelajaran dengan car menyentuh, berdiri berdekatan dan banyak begerak. Sedang kedu, saat membaca sambil menunjuk tulisan. Karakter ketiga adalah anak tidak bisa/tahan duduk berlama untuk mendengarkan pelajaran. Keempat, anak mersa bisa belajar lebih baik bila berjalan. Untuk anak yang memiliki karakteistik tersebut, pendekatan belajar yang efektif adalh melalui pengalaman atau dengan menggunakan. Cara lain yang juga bisa digunakan adalah secra tetap membuat jeda di tengah waktu belajar. Tak jarang, orang yang cenderung memliki kartetistik kinestetik juga akan lebih mudah menyerah dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar untuk kata belajra mengucapkan ayau memahami fakta. Coba libatkan si kecil untuk mnegenal kompurt sebagai sarana belajar Denagn ikut aktif memencet keyboard (menyentuh) ia akan lebih semangat menyerap informasi, apalagi bila interaktif. Beramain sambil belajr adalha efktif untuk si kinestetik.
