Waktu selama masa kanak-kanak hampir sebagian besar dihabiskan dengan bermain, jadi tidaklah mengherankan jika anak identik dengan bermain ini sangat wajar dan naluriah atau alamiah. Menurut para ahli, bermain mengandung banyak arti kehidupan si anak. Seperti dijelaskan Frobel bahwa bermain merupakan sarana untuk belajar. Dalam suasana bermain perhatian anak terhadap pelajaran dapat lebih besar. Oleh karena itu pelajaran yang diberikan llewat permaianan akan lebih menarik dan menyenangkan hati anak sehingga hasilnya akan lebih baik. Sementara itu J. Piaget, mengartikan bermain sebagai kegiatan yang dilakukan berulang-ulang demi kesenangan. Bila kegiatan belajar dilakukan dalam suasana bermain, anak akan lebih menikmati dan senang hatinya, tidak merasa terpaksa. Dengan demikian, anak terdorong dan bersemangat untuk belajar.
Pendapat Montessori tentang kegiatan bermain adalah sebagai latihan jiwa dan badan demi kehidupan anak di masa depan. Berbagai permaianan yang dilakukan anak merupakan latihan atas berbagai tugas dan fungsi yang akan dijalani di waktu yang akan datang. Setiap saat merupakan dunia bermain bagi anak-anak, oleh karean itu pendidikan atau pembelajaran bagi anak akan lebih efektif dilaksanankan dengan teknik bermain. Dengan bermain, banyak hal yang diajarkan kepada anak tanpa memberatkan mereka. Dalam suasana bermain anak akan menunjukkan spontanitas, memperlihatkan kepribadian aslinya baik sebagai perorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Lewat kegiatan bermain, kita dapat mengamati kelebihan, kekurangan, spontanitas, kemampuan bergaul, serta sikap tehadap kawan, lawan, atau orang yang lebih tua.
Macam permainan di TK :
- Permainan aktif, permainan ini berupa kegiatan berlari-lari, melompat-lompat, meluncur, naik dan turun meniti balok, bermain ayunan, bermain bola dsb. Permainan konstruktif, permainan ini dilakukan dengan teknik membangun, antara lain menyusun balok-balokkan , membuat rumah-rumahan, bermain puzzle dan lain-lain.
- Permainan kreatif, permainan ini dilakukan untuk mengembangkan daya cipta anak, antara lain menggambar dengan pensil warna/cat air, menggunting dan menempel, mencocok, membentuk suatu dari lempung/lilin waas, melipat kertas dll.
- Permainan imajinatif, peramiann ini melatih anak bermain peran tertentu yang dikagumi, misalnya berperan sebagai ayah/ibu, tentara , polisi, dokter dan lain-lain.
Manfaat bermain bagi anak TK :
- Memperkuat fisik (tubuh) lewat gerakan-gerakan otot. Anak umur 4-6 tahun kadang-kadang tidak mengenal lelah. Mereka selalu gembira. Kegembiraan ini diekspresikan dengan berlari-lari, melompat, menendang bola, mendorong kursi, bermain ular-ularan dsb. Lewat berbagai permaiann ini otot-otot mereka tumbuh dan berkembang secara wajar.
- Mengembangkan kepribadian, melalui sikap sportif, jujur, kerjasama dan moral. Lewat bermain anak semakin bersikap positif dan mampu berinisiatif.
- Meningkatkan komunikasi, semakin mendekatkan hubungan antara anak dengan teman-temannya, orang tua, dan gurunya.
- Melatih bermasyarakat. Lewat bermain anak-anak berlatih mentaati aturan dan tata tertib permainan, serta melakukan hak dan kewajibannya. Bila anak melanggar aturan, ia akan dikenai sanksi/hukuman dari teman-temannya atau akan dijauhi oleh mereka. Setiap anak tidak mau dikucilkan atau kehilangan teman bermain. Maka ia akan menghormati dan menerima keputusan orang lain, tidak marah, tidak egois, belajar menanggung resiko, dan sebagainya.
- Mengenal lingkungan sedini mungkin. Anak-anak menggunakan alat-alat sebagai sarana bermain. Berbagai macam benda dimanipulasi untuk memenuhi hasrat bermain mereka. Dengan demikian banyak benda dapat dilihat, didengar, diraba, dicium, dikecap dan dimanipulasikan. Semakin banyak benda yang nereka kenal, bertambah pesat pula perkembangan persepsi mereka.
- Mencegah dan menyembuhkan tekanan batin, Banyak ahli ilmu jiwa yang menggunakan permainan sebagai metode terapi/pengobatan awal bagi anak yang mengalami tekanan batin. Dengan bermain anak mendapatkan kesempatan luas untuk melampiaskan kekesalan, meluapkan kekecewaan, dan mendapatkan kembali ketenangan dirinya. Dalam bermain anak akan melakukan apa saja untuk membuang beban berat yang dirasakannya. Sering tejadi anak membanting atau membongkar alat permainannya untuk melupakan kekesalan hatinya.
- Merupakan sumber belajar, lewat bermain anak bisa melatih ketrampilannya, menambah pengetahuannya tentang konsep-konsep dasar dan hal-hal yang ada di lingkungan anak, serta mengembangkan daya cipta.
Please login or register to add comments |